
Antisipasi Darurat Pangan, Kepala Bsip Tanaman Pangan Lakukan Pendampingan Pompanisasi Di NTT
Menindaklanjuti Kepmentan 194/Tahun 2024 tentang Satuan Tugas (Satgas) Antisipasi Darurat Pangan, Kepala BSIP Tanaman Pangan (BSIP TP) Dr. Ir. Priatna Sasmita, MSi sebagai Penanggung Jawab (PJ) Satgas Antisipasi Darurat Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan pendampingan dan verifikasi lapang kegiatan Pompanisasi untuk peningkatan produksi padi yang merupakan salah satu pendampingan kegiatan utama Satgas Darurat Pangan. Rangkaian Kegiatan ini dimulai sejak Rabu (13/03) dengan melakukan koordinasi bersama Kepala BSIP NTT, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT serta Danrem 161/Wira Sakti yang diwakili oleh Kasrem 161/ Wira Sakti.
Dalam pertemuan, disepakati untuk mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Satgas Antisipasi Darurat Pangan Provinsi NTT pada hari berikutnya, Kamis (14/03). Rakor yang dipimpin langsung oleh kepala BSIP TP dilaksanakan secara hybrid (daring dan luring) bertempat di aula pertemuan BSIP NTT. Kegiatan dihadiri oleh lebih dari 80 peserta yang merupakan perwakilan dari dinas pertanian provinsi dan kabupaten se-NTT, perwakilan dari Korem, Kodim, dan Koramil wilayah NTT.
Pada kesempatan tersebut, Kepala BSIP TP Dr. Ir. Priatna Sasmita, MSi menyampaikan bahwa melihat kondisi saat ini stok beras nasional tiga bulan mendatang ada kemungkinan tidak tercukupi. Oleh karena itu, perlu dicarikan solusi agar tidak terjadi masalah yaitu kurangnya stok beras. Menurutnya, beberapa potensi yang dapat dimaksimalkan guna mengantisipasi hal tersebut antara lain melalui: 1). Optimalisasi lahan rawa dan lahan pasang surut; 2). Pemanfaatan lahan perkebunan, melalui tanam sisip; dan 3). Khusus untuk daerah timur seperti NTT, menambah PAT melalui pompanisasi sawah tadah hujan.
Dari pelaksanaan rapat koordinasi, diperoleh data usulan 19 Kabupaten hasil verifikasi yang sudah masuk untuk kegiatan pompanisasi dari keseluruhan 22 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi NTT. Adapun kabupaten lain yang belum terdata masih berproses untuk melengkapi persyaratan CPCL-nya.